
Pertanian merupakan salah satu kegiatan masyarakat dalam upaya memanfaatkan lahan untuk memenuhi kebutuhan sehari hari dan juga sebagai penyedia bahan baku kebutuhan industri, sehingga kegiatan pertanian ini bisa menunjang kebutuhan hidup masyarakat. Kegiatan ini dikenal sebagai kegiatan bercocok tanam atau budidaya tanaman.
Beberapa ahli menyatakan bahwa Pertanian adalah segala usaha untuk menyediakan bahan makanan bagi manusia, serangkaian aktivitas yang mengubah lingkungan untuk menghasilkan produk hewani dan nabati yang bermanfaat bagi manusia. Pertanian adalah sejenis proses produksi yang khas, yang didasarkan atas proses pertumbuhan tanaman atau hewan. Pelaku pertanian disebut petani.
Manfaat perkebunan

Sumber Pendapatan dan Devisa
Menurut Kementrian Pertanian RI, perkebunan menghasilkan komoditas yang banyak diekspor ke berbagai negara, seperti kelapa sawit, karet, kopi, dan teh, sehingga menjadi sumber devisa bagi negara. Ekspor hasil perkebunan ini berkontribusi besar terhadap pendapatan nasional.
Menciptakan Lapangan Kerja
Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), perkebunan menyerap banyak tenaga kerja, terutama di daerah pedesaan. Mulai dari penanaman, perawatan, pemanenan, hingga pengolahan hasil perkebunan, tenaga kerja lokal sangat dibutuhkan, yang membantu mengurangi pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.
Peningkatan Infrastruktur di Pedesaan
Menurut Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan, perkebunan besar sering kali membutuhkan infrastruktur seperti jalan, fasilitas transportasi, dan akses listrik, yang juga bermanfaat bagi masyarakat di sekitar perkebunan. Pengembangan infrastruktur ini dapat meningkatkan konektivitas dan aksesibilitas wilayah pedesaan.
Sumber Bahan Baku Industri
Menurut Kementrian Perisndustrian RI, hasil perkebunan menyediakan bahan baku penting untuk berbagai industri. Misalnya, kelapa sawit untuk industri makanan dan kosmetik, karet untuk produk otomotif, serta tebu untuk industri gula. Dengan demikian, perkebunan mendukung berbagai sektor industri hilir.
Konservasi dan Reboisasi
Menurut Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO), beberapa jenis perkebunan, seperti perkebunan karet atau kakao, dapat membantu dalam konservasi tanah dan air. Perkebunan juga bisa berperan dalam upaya reboisasi dan pemeliharaan lingkungan, asalkan dikelola dengan prinsip berkelanjutan.
Pengentasan Kemiskinan
Menurut International Fund for Agricultural Development (IFAD), melalui penciptaan lapangan kerja dan peningkatan pendapatan, perkebunan dapat berperan dalam pengentasan kemiskinan di daerah-daerah pedesaan yang bergantung pada sektor pertanian. Usaha kecil perkebunan rakyat juga memberikan peluang bagi petani untuk meningkatkan taraf hidup mereka.
Perkebunan, jika dikelola dengan baik dan berkelanjutan, dapat memberikan manfaat yang besar bagi perekonomian nasional serta kesejahteraan masyarakat, sekaligus menjaga keseimbangan lingkungan.
Klasifikasi perkebunan

1. Berdasarkan Jenis Tanaman:
– Perkebunan Tanaman Tahunan: Perkebunan yang mengusahakan tanaman dengan siklus hidup lebih dari satu tahun dan biasanya menghasilkan dalam jangka panjang. Contohnya:
– Karet
– Kelapa sawit
– Kopi
– Kakao
– Teh
-Perkebunan Tanaman Semusim:
Perkebunan yang mengusahakan tanaman yang memiliki siklus hidup kurang dari satu tahun dan harus ditanam kembali setiap musim tanam. Contohnya:
– Tebu
– Tembakau
– Kapas
Berdasarkan Skala Usaha:
– Perkebunan Besar:
Biasanya dioperasikan oleh perusahaan besar dengan lahan luas dan teknologi modern. Perkebunan ini umumnya memiliki kapasitas produksi yang besar dan terintegrasi dengan industri pengolahan.
– Perkebunan Rakyat:
Dimiliki dan dikelola oleh petani atau kelompok petani dengan skala kecil. Lahan yang diusahakan biasanya lebih terbatas dibandingkan dengan perkebunan besar.
Ciri-ciri Perkebunan Rakyat:
a. Luas lahan yang digunakan tidak terlalu luas.
b. Dikelola oleh perorangan atau pihak swasta dalam skala kecil.
c. Modal atau investasi yang dikeluarkan tidak terlalu besar.
d. Sistem pengairan lahannya masih relatif sederhana.
e. Jumlah tenaga kerjanya tidak begitu banyak.
Berdasarkan Kepemilikan:
– Perkebunan Swasta:
Dimiliki oleh perusahaan atau individu swasta.
– Perkebunan Negara:
Dikelola oleh negara atau badan usaha milik negara (BUMN), contohnya perkebunan karet atau teh milik negara.
– Perkebunan Rakyat:
Dikelola secara mandiri oleh masyarakat atau petani individu dengan modal dan tenaga kerja keluarga.
4. Berdasarkan Tujuan Produksi:
– Perkebunan Ekspor:
Menghasilkan komoditas yang sebagian besar dipasarkan di luar negeri. Contoh produk ekspor adalah kelapa sawit, karet, dan kopi.
– Perkebunan Lokal:
Menghasilkan komoditas yang lebih banyak dikonsumsi di dalam negeri, seperti tebu untuk gula domestik.
Berdasarkan Sistem Pengelolaan:
– Perkebunan Monokultur:
Mengusahakan satu jenis tanaman dalam satu area lahan perkebunan.
– Perkebunan Polikultur: Mengusahakan lebih dari satu jenis tanaman dalam satu lahan, yang bertujuan untuk meningkatkan diversifikasi dan mengurangi risiko gagal panen.
PERSEBARAN

● Kelapa sawit : D.I. Aceh (Pulau
Simelue), Sumatera Utara (Pulau
Nias, Pulau Prayan, Medan,
Pematang Siantar)

● Cengkeh : Nangroe Aceh
Darussalam, Sumatera Utara
(Tapanuli)

● Cokelat : Sumatera utara dan
Sumatera Barat

● Karet : D.I. Aceh, Sumatera Utara
(Kisaran, Deli, Serdang), Bengkulu

● Lada : Lampung, Bengkulu,
Sumatera Selatan (Palembang,
Pulau Bangka)
Story perkebunan

Pada tahun 2023, terjadi kasus korupsi lahan kelapa sawit yang melibatkan Surya Darmadi di Kabupaten Indragiri Hulu, Indonesia. Surya, sebagai pemilik PT Duta Palma Group, diduga terlibat dalam penyerobotan lahan seluas 37.095 hektare tanpa izin, menyebabkan kerugian negara mencapai Rp 78 triliun. Dia juga tersangka dalam kasus TPPU dan sebelumnya ditangkap karena kasus korupsi lainnya. Surya dituntut penjara seumur hidup dan Kejaksaan Agung menyita berbagai asetnya senilai total Rp 17 triliun.
Perusahaan
PT Perkebunan Nusantara III (Persero)
PT Perkebunan Nusantara III (Persero) atau dikenal sebagai PTPN , merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN)
Holding Perkebunan yang bergerak di bidang pengelolaan, pengolahan dan pemasaran hasil komoditi perkebunan berupa kelapa sawit, karet, tebu, teh, kopi, kakao, tembakau. Saat ini PT Perkebunan Nusantara III (Persero) telah memiliki Brand Nasional dengan nama “Nusakita” disamping beberapa brand lain yang dimiliki oleh Anak Perusahaan dari PTPN Group.
PT ANDIRA AGRO Tbk
Perseroan yang didirikan pada tanggal, 28 Aprll 1995, merupakan suatu Perusahaan Terbatas di Indonesia yang berfokus pada perkebunan kelapa sawit. Kegiatan usaha utama Perseroan yaitu penanaman tanaman kelapa sawit, pemanenan dan pengolahan TBS yang menghasilkan CPO serta Palm Kernel/”PK”. Kebun dan fasilitas pengolahan TBS Perseroan berada di Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan.
PT. CENGKEH ZANZIBAR
Berdiri pada tanggal 15 desember 1972 adalah perusahaan perkebunan yang bergerak di bidang budi daya tanaman cengkeh dengan tujuan komersial dengan total lahan 2.359 Ha (wilayah Jawa Tengah 1.1167 Ha dan wilayah Jawa Barat 1.192 Ha).